Pedoman

PEDOMAN ANALISA DATA SISWA

PER KELAS / ANGKATAN / JENJANG SEKOLAH

 

Kami menggunakan metode analisa per blok untuk merangkum data yang sudah diperoleh dari hasil tes dan analisa masing-masing siswa.  Didasari oleh pengelompokan yang lebih detail akan banyak memberikan gambaran secara rinci, akurat, dan lengkap untuk kondisi sekolah secara global maupun per kelas sehingga dapat digunakan baik oleh Kepala Sekolah, Guru pembimbing, sampai dengan Wali Kelas untuk menyesuaikan ataupun mengambil tindakan dalam skala yang lebih dekat untuk masing-masing kondisi kelas yang ada. Parameter Analisa Parameter analisa adalah Item yang kami fokuskan untuk sebuah analisa.  Biasanya parameter ini memliki sub item yang terkategori sebagai faktor analisa. Rentang Rentang adalah cara pengelompokan hasil analisa pada siswa untuk memberikan gambaran perbandingan pada tiap Parameter Analisa. Jumlah Jumlah mencatat banyaknya siswa yang masuk dalam sebuah Parameter atau Sub item analisa. Pada beberapa Item analisa, jumlah tercatat pada kolom yang terletak di bawah rentang dari sebuah analisa. Persentase % Penggambaran visual dari distribusi hasil jumlah untuk memudahkan pemahaman akan perbandingan dari sebuah Parameter Analisa.   Sebagai contoh :   Sosialisasi dari Kelas X-A, Sekolah Maju Bangsa

Contoh diatas adalah analisa tentang sosialisasi dari sebuah kelas.  Dari hasil tersebut dapat diketahui kelas X-A memiliki banyak anak dengan tipe karakter extrovert, angka tersebut cukup dominan dan signifikan sehingga wali dapat menggunakannya untuk membuat sebuah metode yang lebih sesuai untuk mengajar seperti membuat kerja kelompok dan melakukan banyak aktifitas tim.

Analisa Kecerdasan Majemuk

Prosentase %

Keterangan

<  40%

Kurang, perlu perhatian lebih

40% – 55%

Normal, ditingkatkan

>  55%

Baik, dipertahankan

Jika nilai pada tabel kurang ( < 40% ) seperti pada baris “Hitungan Matematika” dan “Visual Spasial Imaginasi” secara signifikan lebih besar dari dua kolom berikutnya maka perlu perhatian yang lebih pada kedua item analisa tersebut. Hitungan Matematika mengartikan kekurangan pada proses menghitung dan tingkat kecerobohan ( kurang teliti ), sedangkan Visual Spasial Imaginasi menandakan bahwa banyak yang memiliki kekurangan dalam pemahaman yang membutuhkan penggambaran secara visual pada proses otak seperti contohnya ketika menghadapi soal cerita.

Analisa Kapasitas Kognitif dan Inteligensi

Analisa ini memberikan gambaran kapabilitas seseorang dalam memproses, mengekspresikan, dan menghitung kecenderungan kapasitas inteligensi berdasarkan kecerdasan majemuk yang mereka miliki. Untuk kapabilitas prosesing melihat bagaimana kinerja dari bagian proses dari otak, bagian ini meliputi logika, pemahaman, imaginasi, dan kemampuan untuk mengolah informasi dan data yang masuk ke dalam otak. Sedangkan ekspresif adalah pengatur output dari otak seperti penyampaian dengan verbal, hasil hitungan, dan menggambarkan dengan benar dan akurat. Kapasitas Inteligensi adalah sebuah kecenderungan tingkat inteligensi yang kami komparatifkan dengan skala Inteligensi pada umumnya.  Kapasitas ini merupakan sebuah acuan untuk dapat dibandingkan dengan hasil tes Intelligence Quotient ( IQ ) untuk melihat apakah saat ini orang yang mengambil tes sudah memaksimalkan tingkat kemampuan mereka dibandingan dengan kecenderungan kapasitas yang mereka miliki. Contoh : Jika seseorang memiliki kapasitas 110 dan hasil tes IQ mereka adalah 100 maka kita ambil sebuah kesimpulan bahwa dia masih dapat mengembangkan atau mencari jalan untuk meningkatkan tingkat IQ-nya karena kapasitas yang masih berada diatas IQ. Perlu di ingat bahwa tes IQ adalah sebuah tes kemampuan yang sangat bergantung pada kondisi fisik, mental, dan faktor eksternal lainnya dalam penilaiannya. Oleh sebab itu hasil dari tes IQ akan sangat bervariatif dari waktu ke waktu.