Keterbatasan Analisa Equity

Seperti kita ketahui, tidak ada satu analisa karakter manapun yang
dapat memberikan kesesuaian penuh dalam menjabarkan secara detail karakter seseorang. Analisa Equity sudah diberikan sertifikasi dan telah di riset dan validasi oleh Wereldpsycho di Belanda dan memperoleh Indeks Akurasi kecocokan analisa psikologi mendekati 88% akurasinya diukur dengan riset global di Belanda, sedangkan pada kenyataan di Indonesia banyak klien menyatakan akurasi diatas 90%.

Namun demikian metode analisa Equity mengakui adanya keterbatasan untuk menganalisa berbagai aspek yang menyangkut hal-hal dibawah ini :

 

  • Love HatePreferensi tentang perasaan seseorang, karena hal ini terkait dengan emosi dan kondisi sesaat bukan sebuah cermin dari karakter seperti contohnya : Minat atau tidak minat, suka atau tidak suka, cocok atau tidak cocok, yang harus diputuskan pada sebuah kejadian yang pada akhirnya orang akan memperhitungkan semua faktor yang dapat mempengaruhinya sebelum menjatuhkan pilihan.
  • Equity adalah analisa EQ  ( Emotional Quotient ) maka kami tidak mengukur kepandaian dan kemampuan seseorang. Sebagai contohnya : riset Equity mendapatkan bahwa seseeorang yang berpikir dan tertindak dengan menggunakan perasaan akan memiliki kecenderungan kurang kuat dalam kecerdasan logika matematika. Akan tetapi nilai pelajaran matematika belum tentu jelek karena orang tersebut rajin untuk belajar dan berlatih, jadi faktor nilai tidak ditentukan oleh kecerdasaan seseorang.
  • Sebuah tindakan spontan atau “ Performing Alternative Responses “ yaitu perbuatan yang diluar perilaku kebiasaannya karena adanya tekanan, faktor dan kondisi tertentu.  Contoh yang paling gamblang adalah kita bisa lari melompati pagar ketika dikejar oleh anjing, pada kenyataannya disaat kita dalam keadaan normal pastilah kita sendiri ragu apakah kita dapat melompatinya.

 

Dengan mengetahui keseluruhan karakter seseorang maka kita dapat melihat semua potensi yang ada didalam diri orang tersebut, kami berharap agar hasil analisa Equity bisa digunakan sebagai dasar pengembangan diri, kesesuaian penempatan pada pekerjaan, dan sebagai arahan untuk mencapai cita – cita dan masa depan untuk sukses dalam belajar dan berkarier.