Akuratkah analisa sidik jari?

Banyak yang mengatakan analisa dengan data dari sidik jari adalah yang terbaik karena tidak dipengaruhi faktor apapun, pada satu sisi itu benar disaat kita masih belum beradaptasi dengan lingkungan dan memiliki pengalaman yang dapat merubah pola pikir dan karakter kita.

Bulls EyeCoba bayangkan apabila hal tersebut benar, maka disaat kita berumur 50 tahun karakter kita akan sama dengan pada waktu kita berusia 30 tahun, juga tidak berbeda dengan waktu kita masih berusia 10 tahun, bahkan sama dengan kita berumur 2 tahun.  Hal ini rasanya kurang tepat untuk diterima baik secara logika maupun fakta bahwa kita adalah orang yang berbeda dengan bertambahnya usia. Bukan berarti kita menjadi orang yang berbeda sama sekali dari karakter dasar kita namun ada sisi adaptasi yang menjadikan karakter dasar kita menguat ataupun melemah dan berubah menyesuaikan pengalaman dan kejadian yang kita alami sepanjang hidup.

Analisa karakter menggunakan Sidik jari (fingerprint) adalah deteksi awal karena ini kita sepantasnya lakukan pada usia muda yaitu mulai 2 tahun sampai dengan 8 tahun.  Pada umumnya, di usia ini kesiapan mental anak-anak kita belum cukup matang untuk menjawab kuesioner yang membutuhkan pengertian dan juga menetapkan pilihan secara tegas.  Dalam hal ini kita hanya bisa mengetahui “Karakter Genetika” dari anak. Karakter Genetika ini adalah karakter dasar yang kita miliki sejak lahir.
Finger MagnifierBanyak sekali analis sidik jari yang mengkaitkan pola sidik jari yang bersamaan dengan pembentukan otak manusia. Mereka mengatakan  pada kira-kira usia 13 – 21 minggu dalam kandungan disaat otak mulai terbentuk bersamaan itulah pola sidik jari juga tercipta.  Riset dunia telah mengkaitkan adanya hubungan antara sidik jari dengan bagian dari otak, juga sang periset ini juga telah mendapatkan hadiah Nobel atas penemuan tersebut.
Satu hal yang perlu di mengerti bahwa teori ini bukan sepenuhnya salah namun kurang tepat. Memang benar penghargaan nobel telat yang diberikan kepada Rita Levi-Montalcini dan Stanley Cohen untuk penemuan mereka yang menghubungkan adanya Nerve Growth Factor dengan Epidermal Growth Factor. Namun bila hal ini secara spesifik digunakan untuk mengkaitkan adanya hubungan antara pertumbuhan sel otak dengan pola sidik jari maka tidak benar adanya.