Beberapa info seputar Psikologi dan Analisa Sidik Jari

faq

Apakah hasil analisa sidik jari dapat digunakan untuk memilih peminatan IPA / IPS di SMA dan menentukan jurusan kuliah ?
Yang lebih tepat adalah menggunakan psikotes untuk mendapatkan karakter aktualnya. Kegunaan dari analisa yang diambil dengan sidik jari adalah untuk mengetahui secara global ( kelompok / dikotomi ) karakter bawaan lahiriah tanpa melibatkan unsur adaptasi lingkungan dan peningkatan potensi yang dapat kita lakukan pada anak. 

Mana yang lebih baik antara tes IQ dengan tes karakter?
Tergantung dari kebutuhannya, namun perlu di ketahui bahwa kesuksesan belajar dan bekerja 70% – 80% adalah dari faktor potensi, karakter, sikap, dan sisanya baru melihat sisi kemampuan. Mengetahui sikap dan potensi diri memiliki peran yang lebih besar dimana tes IQ hanya mengukur sisi kemampuan dan penguasaan seseorang terhadap materi tes.

Berapa lama hasil analisa psikologi valid untuk digunakan ?
Biasanya hasil tes psikologi dapat digunakan untuk maksimal 1 tahun kedepan dengan kondisi normal. Maka sebaiknya kita melakukan tes ulang untuk mendapatkan data terkini sebelum memutuskan langkah ke depan.

Apakah benar sidik jari terhubung dengan susunan syaraf otak ?
Sampai dengan saat ini tidak ditemukan hal demikian. Belum ada cukup bukti secara empiris yang menyatakan hubungan tersebut.

Apa betul analisa 8 kecerdasan majemuk (MI) bertotal 100% ?
Tidak benar, jika total 100% dari 8 jenis MI maka jika kita meningkatkan satu kecerdasan maka harus terjadi penurunan persentase di kecerdasan lainnya. Dalam kenyataannya masing – masing kecerdasan dapat di tingkatkan dan tidak berdampak pada kecerdasan lainnya.

Bisakah tes sidik jari digunakan untuk mengukur karakter ?
Tidak bisa, tes sidik jari bersifat “Dikotomi” atau penggolongan secara universal pada kelompok dengan pola sidik jari yang sejenis. Juga tidak tepat untuk menilai anak berkebutuhan khusus karena data pembanding diambil pada anak dalam kategori normal.

Bagaimana memilih analisa karakter yang baik ?
Analisa yang baik memiliki psikometri yang benar dan juga batasan-batasan yang jelas mengikuti kaidah psikologi pada alat tes yang digunakan. Disamping itu juga harus memiliki tingkat validasi dan realibilitas yang tinggi dan tidak berdasarkan data secara subyektif dan testimonial saja.